16 Jun
Informasi Biaya Peningkatan HGB ke SHM

Apabila dilihat dari segi legalitas, SHM atau Sertifikat Hak Milik adalah yang paling kuat. Hal ini dikarenakan SHM akan mengesahkan kepemilikan terhadap kepemilikan suatu properti tanpa adanya jangka waktu. Selain itu, juga mempermudah pemilik untuk memindahtangankannya, baik di wariskan atau dijual. Lalu, berapa biaya peningkatan HGB ke SHM?

Mengapa Harus Beralih ke SHM?

HGB atau Hak Guna Bangunan merupakan sertifikat sebagai bukti untuk memperoleh hak penggunaan lahan untuk mendirikan bangunan baik untuk keperluan usaha maupun sebagai tempat tinggal. Berbeda dengan SHM atau Sertifikat Hak Milik yang menandakan kepemilikan dari sebuah lahan dan sebagai tanda legalitas terkuat. 

HGB memiliki jangka waktu yakni maksimal 30 tahun dan setelahnya harus diperpanjang. Perpanjangan HGB tentunya dengan biaya. Apabila tidak diperpanjang maka akan dicabut dan kembali kepada pemiliknya baik itu negara, pengelola perseroan maupun perorangan.

Biasanya pengembang menyediakan jasa untuk membantu mengubah HGB menjadi SHM. Ada juga yang meminta pemilik untuk mengurusnya sendiri. Apabila harus mengurus sendiri berarti ada biaya peningkatan yang harus dibayarkan. 

Cara Mengurus HGB ke SHM

peningkatan hgb ke shm

Sebelum mencari tahu biaya peningkatan HGB ke SHM yang harus dibayarkan, terlebih dahulu akan mencari tahu cara mengurusnya. Saat mengurusnya harus mempersiapkan syarat HGB ke SHM. Apa saja syarat yang dibutuhkan? Simak uraian di bawah ini.

1. Sertifikat Asli HGB 

Dokumen pertama yang harus dipersiapkan adalah sertifikat asli HGB. Anda akan sulit memperoleh SHM tanpa adanya sertifikat asli HGB. Meski membutuhkan sertifikat aslinya, tidak ada salahnya untuk membawa beberapa lembar fotokopinya. 

2. Fotokopi IMB Tempat Tinggal 

IMB merupakan bukti resmi secara hukum bahwa lahan digunakan untuk mendirikan bangunan. Apabila saat mengurusnya tidak memiliki IMB, maka bisa menggantikannya dengan membawa surat keterangan dari kelurahan. Isinya menyatakan bahwa lahan digunakan untuk membangun rumah. Jika berkenan bisa terlebih dahulu mengurus IMB di dinas terkait.

3. Fotokopi SPPT PBB Tahun Berjalan 

Selanjutnya membawa fotokopi SPPT PBB tahun berjalan. Tujuannya untuk melihat rekam jejak pembayaran pajak dan juga kondisi lahan. Seperti luas tanah serta luas bangunan yang terkena pajak.

4. Fotokopi KTP dan KK 

Syarat mengurus HGB ke SHM selanjutnya adalah fotokopi KTP dan KK. Apabila yang mengurus perorangan maka harus mempersiapkan KTP dan KK. Jika mewakili badan hukum maka harus menyediakan dokumen seperti akta pendirian usaha. 

5. Surat Kuasa dan Identitas Diri Penerima Kuasa 

Apabila mengurus HGB ke SHM diwakilkan kepada orang lain seperti pengembang atau notaris maka harus disertai dengan surat kuasa.  Tanpa adanya surat kuasa proses pengurusan tidak akan dilakukan.

6. Surat Pernyataan Tidak Memiliki Tanah Perumahan Lebih dari 5 Bidang 

Surat pernyataan ini biasanya tersedia di Kantor Pertanahan Setempat. Surat pernyataan berisi mengenai kalau SHM yang diminta tidak melebihi 5 bidang atau luas maksimalnya sebesar 5000 meter persegi. Surat pernyataan ini juga dilengkapi tanda tangan diatas materai. Setelah itu juga jangan lupa untuk di fotokopi beberapa lembar.

7. Surat Permohonan 

Syarat yang terakhir adalah mengisi surat permohonan kepada kepala kantor pertanahan sesuai dengan lokasi properti berada. Surat ini nantinya akan disertakan surat pernyataan dan dokumen-dokumen pelengkap dalam satu map. 

Biaya Peningkatan HGB ke SHM 

cara peningkatan hgb ke shm

1. Biaya Pendaftaran 

Saat mengurus perubahan HGB ke SHM akan diminta membayar biaya pendaftaran. Biaya pendaftaran sekitar Rp. 50.000. Besaran uang tersebut diperuntukkan bagi yang memiliki tanah dengan luas maksimal 600 m2

2. Bea Peroleh Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Besaran BPHTB yang dibayarkan tergantung dari nilai NJOP masing-masing daerah dan luas tanah. Rumus perhitungannya adalah 2% x (NJOP tanah – NJOPTKP atau NJOP tidak kena pajak). 

3. Biaya Notaris Pembuat Akta Tanah atau PPAT

 Biaya ini berlaku apabila tidak mengurusnya sendiri dan meminta notaris untuk mengurusnya. Jika meminta bantuan notaris biasanya akan dikenakan biaya sekitar Rp. 1.000.000 s.d Rp. 2.000.000.

4. Biaya Pengukuran 

Biaya pengukuran menggunakan rumus [(luas tanah/500) x 120.000] + 100.000. Contoh apabila luas tanahnya adalah 150 m2 maka [(150/500) x 120.000] + 100.000 = Rp. 136.000. Jadi, biaya pengukuran yang harus dibayarkan sebesar Rp 136.000.

5. Biaya Konstatering Report 

Bagi yang memiliki tanah lebih dari 600 m2 dengan rumus [(luas tanah/500) x 20.000 + 350.000] / 2. Contoh apabila memiliki tanah 1.000 m2 maka [(1.000/500) x 20.000 + 350.000] / 2 = Rp. 195.000

Itulah penjelasan mengenai biaya peningkatan HGB ke SHM yang harus dibayarkan beserta syarat yang harus dipersiapkan. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat bagi pembaca yang sedang atau akan mengurus HGB ke SHM.