16 Jun
Cara Membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

Di dalam transaksi jual beli rumah terdapat salah satu komponen pembayaran pajak, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dapat dikatakan pajak yang ditanggung oleh pembeli. Pungutan dan cara membayar BPHTB ini hampir sama dengan pembayaran PPh oleh penjual. 

Ketentuan mengenai BPHTB diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997. Kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2000, tentang pemberian hak pengelolaan merupakan objek pajak. Adanya pajak ini dikarenakan penerima hak pengelolaan menerima manfaat ekonomis dari tanah yang akan dikelola.

Mungkin masih banyak bertanya alasan BPHTB termasuk dalam bea bukan pajak. Hal ini dilatarbelakangi oleh pembayaran pajak terjadi sebelum terutang. Ketika membeli tanah bersertifikat, pihak pembeli diharapkan membayar.

Cara Membayar BPHTB 

form pembayaran bphtb

BPHTB terlebih dahulu sebelum terjadinya transaksi atau sebelum akta ditandatangani. Sifat pembayaran BPHTB tidak terikat waktu, dapat dilakukan secara insidental atau berkali-kali. Baru pertama kali melakukan transaksi jual beli tanah pasti bingung dengan prosedur pembayarannya. Oleh karena itu, simak cara membayar BPHTB lengkap berikut ini.

Syarat yang dipenuhi untuk mengurus BPHTB antara lain SSPD BPHTB, foto copy SPPT PBB, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), fotocopy wajib pajak, foto copy struk bukti pembayaran PBB lima tahun terakhir, serta foto copy bukti kepemilikan tanah.

Apabila tanah yang didapatkan dari hibah atau warisan, syarat yang perlu dilengkapi diantaranya SSPD BPHTB, foto copy SPPT PBB, foto copy KTP, foto copy wajib pajak, foto copy struk bukti pembayaran PBB lima tahun terakhir, fotocopy bukti kepemilikan tanah, foto copy surat keterangan waris atau akta hibah, serta foto copy Kartu Keluarga (KK).

Rumus perhitungan BPHTB yang ditetapkan adalah :

Tarif Pajak ×  Dasar Pengenaan Pajak (DPP)

DPP = NJOP PBB – NJOPTKP

Tarif pajak yang diberlakukan adalah 5%.

Contoh cara menghitung pembayaran BPHTB, apabila seseorang membeli rumah dengan luas tanah 600 m2, dan luas bangunan 450 m2. Misalnya, NJOP menetapkan harga tanah Rp. 850.000,00 per m2, dan nilai bangunan Rp. 700.000,00 per m2. Hitung BPHTB yang harus dibayar pembeli: 

NJOP  Tanah

600 m2 × Rp. 850.000 = Rp.510.000.000

NJOP Bangunan

450 m2 × Rp. 700.000 = Rp. 315.000.000

NJOP Tanah dan Bangunan

Rp. 825.000.000

NJOPTKP

10% × NJOP Bangunan = Rp31.500.000

NJOP PBB

NJOP Tanah dan Bangunan – NJOPTKP 

NJKP 

20% × NJOP PBB

 

Menghitung BPHTB : 

Tarif Pajak ×  DPP 

Tarif Pajak ×  NJOP PBB – NJOPTKP

5% × Rp793.500.00 – Rp31.500.000 

Jadi, BPHTB yang dibayar oleh pembeli sebesar Rp.38.100.000,00. Tempat pembayaran BPHTB atau kantor pelayanan terkait dapat dilakukan di Suku Dinas Pelayanan Pajak I atau II setempat. Selain itu, pihak wajib pajak juga bekerja sama dengan beberapa bank pemerintah. Jadi, pembeli dapat membayar tanggungan BPHTB di bank terdekat. 

transaksi pembayaran bphtb

Sejauh ini, bank yang menerima pembayaran BPHTB antara lain bank Mandiri, BNI, dan BRI. Saat ini, menyelesaikan tanggungan pajak bisa lebih mudah karena sudah ada layanan pembayaran BPHTB online. Adanya pembayaran melalui online ini untuk meminimalisir terjadinya pungutan liar. Layanan e-BPHTB sudah menyebar di beberapa daerah.

Untuk dapat menggunakan layanan e-BPHTB, pengguna diharuskan mengunduh aplikasi atau mengunjungi website pemda setempat. Di dalam platform ini, riwayat pembayaran tersimpan dengan rapi. Selain itu, pengguna juga dapat melihat status, apakah sudah melakukan pembayaran atau belum.

Salah satu contoh warga negara yang baik adalah taat membayar pajak. Ulasan mengenai syarat dan cara pembayaran BPHTB sudah dijelaskan secara rinci. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa membayar pajak.