09 Oct
Cara Menghitung Biaya BPHTB yang Mudah dan Benar

Ketika Anda melakukan transaksi jual beli rumah maka ada satu komponen pajak yang ada dalam transaksi tersebut. Komponen pajak tersebut sering diketahui dengan namun BPHTB. Meski sering mendengarnya, namun masih banyak orang yang belum tau mengenai biaya BPHTB.
BPHTB kepanjangan dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, artinya adalah salah satu jenis pajak yang harus dibayarkan ketika membeli rumah. biaya ini ditanggung oleh pembeli dan hampir mirip dengan PPh bagi penjualnya. Bisa dibilang penjual dan pembeli memiliki tanggung jawab yang sama untuk membayar pajak ini.

BPHTB dalam Proses Jual Beli Rumah

Pada saat terjadi transaksi jual beli maka akan terjadi peralihan hak jual beli. Dimana antara penjual dan pembeli sama-sama dikenakan pajak. Penjual akan dikenai Pajak penghasilan (PPh), sedangkan pembeli akan dikenai biaya BPHTB. Besarnya BPHTB yang dikeluarkan pembeli dihitung berdasarkan harga perolehan hak atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP).
NPOP itu merupakan nilai transaksi atau nila kesepakatan antara penjual dan pembeli. Nilai NPOP bisa lebih besar ataupun lebih kecil dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Sedangkan nilai NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak) masing-masing tidak sama. misalnya DKI Jakarta nilai NPOPTKP bisa mencapai Rp 200.000.000.

Cara Menghitung Biaya BPHTB

cara menghitung biaya bphtb
Sebelum menjelaskan tentang cara menghitung biaya BPHTB, mari mencari tahu besaran biaya yang dikenakan. Perlu diketahui bahwa sebelumnya tarif BPHTB sebesar 5%. Namun pada UU BPHTB terbaru terjadi perumahan. Dimana tarif BPHTB turun menjadi 1%. Keberadaan BPHTB bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
Biaya BPHTB bisa dibayar melalui Bank, Kantor Pos dan tempat lainnya. Namun, jika tidak mau report bisa membayarnya secara online melalui e-BPHTB. Aplikasi ini sudah terbukti ampuh dan menghemat waktu. Selain itu, cara ini juga mempermudah notaris dalam mencari informasi mengenai transaksi pembayaran BPHTB selama beberapa tahun ke belakang.
Adapun rumus menghitung BPHTB yaitu :
5% x (NJOP – NPOPTKP)
Perlu diketahui jika besarnya NPOPTKP setiap wilayah berbeda-beda. Namun, dalam UU No.28 tahun 2009 pasal 87 ayat 4 besaran NPOPTKP paling rendah adalah Rp 60.000.000 untuk setiap wajib pajak.
Contohnya:
Pak Sandi membeli rumah dengan harga Rp 600.000.000 di Sentul, Bogor. Berapa biaya BPHTB rumah yang harus dibayarkan?
NJOP        : Rp 600.000.000
NPOPTKP    : Rp 60.000.000
BPHTB    = 5% x (NJOP – NPOPTKP)
        = 5% x (Rp 600.000.000 – Rp 60.000.000)
        = 5 % x Rp 540.000.000
        = Rp 27.000.000
Jadi, biaya BPHTB rumah yang harus dibayarkan Pak sandi sebesar Rp 27.000.000.

Biaya BPHTB Bekasi

biaya BPHTB di Bekasi
Seperti yang diketahui jika NPOPTKP setiap daerah berbeda-beda. Namun, untuk pembelian rumah di Samira Residence atau Samira Regency pasti biaya BPHTBnya sama. Hal ini dikarenakan NPOPTKP kabupaten Bogor dan Bekasi sama sebesar Rp.60.000.000.
Contohnya:
Bu Shinta membeli rumah dengan harga Rp 490.000.000 di Bekasi.  Berapa biaya BPHTB rumah yang harus dibayarkan?
NJOP        : Rp 490.000.000
NPOPTKP    : Rp 60.000.000
BPHTB    = 5% x (NJOP – NPOPTKP)
        = 5% x (Rp 490.000.000 – Rp 60.000.000)
        = 5 % x Rp 430.000.000
        = Rp 21.500.000
Jadi, biaya BPHTB Bekasi  yang harus dibayarkan Bu Shinta sebesar Rp 21.500.000.
Nah itulah cara menghitung biaya BPHTB yang mudah dan benar. Diharapkan informasi diatas bisa memberikan gambaran mengenai BPHTB dan cara menghitungnya, beserta dengan contoh. Semoga bisa memberikan banyak manfaat.