03 Mar
Inilah Berbagai Dokumen yang Diterima Setelah Akad Kredit KPR

 

Tetap bersikap teliti meski setelah proses akad kredit KPR berakhir adalah hal penting yang harus dilakukan. Sebab, ada banyak dokumen yang diterima setelah akad kredit KPR oleh pembeli. Jadi, Anda sebagai pembeli harus menelitinya satu persatu agar tidak ada kesalahan maupun dokumen yang terlewat dari pengecekkan. 

Program KPR sendiri diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin mengajukan kredit rumah dengan jangka pelunasan hingga 20 tahun. Kelonggaran pelunasan ini membuat KPR banyak dilirik oleh orang-orang yang ingin memiliki hunian impian dengan membayarkan cicilan ringan setiap bulannya. Inilah beberapa dokumen yang akan diterima oleh pembeli setelah proses akad kredit rumah KPR selesai dilakukan.

Dokumen yang Diterima Setelah Akad Kredit KPR 

 

1. Perjanjian Kredit dan Akta Jual Beli

Pertama, Anda harus memperhatikan dokumen perjanjian kredit dan akta jual beli yang sudah menjadi kesepakatan dengan pihak perbankan. Dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan pihak lembaga. Meski terkesan tidak terlalu penting, dokumen ini harus Anda jaga dengan baik untuk berjaga-jaga jika suatu saat terdapat kesalahan dalam kredit yang Anda lakukan.
Untuk dokumen akta jual beli, Anda baru bisa mendapatkannya setelah semua urusan yang terkait dengan KPR tuntas. Jika belum sepenuhnya tuntas, maka akta jual beli belum bisa menjadi milik Anda.

2. Sertifikat TAnda Bukti Hak dan Izin Mendirikan Bangunan

Setelah seluruh persyaratan dari KPR terpenuhi, Anda akan menerima sertifikat tAnda bukti hak. Sertifikat ini akan menunjukkan nama Anda sebagai pemilik baru dari tanah atau bangunan tersebut. Nantinya jika Anda diharuskan untuk menunjukkan surat kepemilikan, Anda bisa menunjukkan dokumen ini.
Selain sertifikat tanda bukti hak, Anda juga akan diberi surat izin untuk mendirikan bangunan di tanah tersebut. Jika Anda sudah mendapatkan ijin ini, secara resmi Anda sudah bisa mengelola bangunan tersebut.

3. Pengakuan Hutang dan Kuasa Menjual

Dokumen ini berisi tentang keterangan hutang dan kuasa untuk menjual bangunan terkait jika ditemukan si peminjam tidak bisa melunasi KPR. Dengan adanya surat ini, pihak bank bisa menarik kembali atau menjualnya jika terbukti pelunasan hutang sudah jatuh tempo namun tidak segera dilunasi.

4. Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan (SKMIIT)

Selanjutnya, Anda akan menerima surat kuasa memberikan hak tanggungan. Surat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda secara resmi sudah memiliki hak tanggungan atas rumah KPR tersebut.

5. Polis Asuransi Kebakaran

Musibah merupakan suatu hal yang tidak diharapkan terjadi. Namun terkadang, rencana dan keinginan manusia tidak selalu sejalan dengan yang terjadi. Kebakaran rumah seringkali menjadi musibah yang membuat semua orang khawatir. Tidak hanya menelan harta saja, kebakaran juga bisa memakan korban jiwa. 

Jika Anda mendaftar KPR, Anda akan diberikan polis asuransi kebakaran oleh pihak perbankan guna menjamin keselamatan dan memberikan ganti berupa asuransi kepada pihak keluarga korban. Meski tidak diharapkan untuk terjadi, asuransi ini penting untuk Anda miliki agar bisa memberikan rasa aman yang lebih baik. Dokumen polis asuransi ini akan diberikan jika seluruh urusan yang terkait dengan rumah KPR sudah tuntas.

6. Polis Asuransi Jiwa Kredit (AJK)

Tidak hanya polis asuransi kebakaran saja, Anda juga akan mendapatkan AJK atau Polis Asuransi Jiwa Kredit. Sama seperti polis asuransi kebakaran, asuransi jiwa kredit juga digunakan untuk memberikan jaminan kepada Anda sebagai peminjam dana KPR.
Demikianlah daftar dokumen yang diterima setelah akad kredit KPR. Sebelum resmi berada di tangan Anda, pastikan bahwa seluruh dokumen tersebut sudah lengkap dan tidak kurang satupun.