19 Jan
Inilah Cara Menghitung dan Mengurus Pajak Jual Beli Rumah

Saat Anda menjual atau membeli rumah, pajak jual beli rumah merupakan salah satu hal yang harus Anda urus sebelum secara resmi menekan kontrak penjualan maupun pembelian. Perlu Anda ketahui, proses jual beli rumah memang tidak semudah yang dibayangkan. Entah Anda terlibat sebagai penjual maupun pembeli, pajak dan biaya transaksi harus diurus dan diperhatikan dengan baik.  Pajak jual beli rumah ini melibatkan banyak komponen sehingga cukup sulit untuk mengurusnya.

Biaya dan Pajak Penghasilan yang Perlu Dikeluarkan dalam Penjualan Rumah

pajak-jual-beli-rumah

Seperti yang sudah disinggung di atas, pajak pada penjualan rumah melibatkan banyak komponen sekaligus, salah satunya adalah pajak penghasilan yang ditanggung oleh pihak penjual. Aturan dalam pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh penjual ini tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016. Peraturan ini berisi tentang Tarif Baru PPh Final untuk Pengalihan Hak Atas Tanah atau Bangunan yang dijual.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa pajak penghasilan dari penjualan rumah yang harus dibayarkan oleh penjual sebesar 2,5% dari harga jual bangunan tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menjual bangunan seharga 500 juta rupiah, maka pajak penghasilan yang harus dibayarkan adalah 12,5 juta. Pembayaran pajak penghasilan harus bisa selesai sepenuhnya sebelum Akta Jual Beli dikeluarkan secara resmi.

Pajak Bumi dan Bangunan pada Transaksi Jual Beli Rumah

Tidak hanya pajak penghasilan saja, pajak bumi dan bangunan atau PBB juga harus dibayarkan setelah usai sepakat melakukan transaksi. Untuk Anda yang belum tahu apa itu PBB, pajak bumi bangunan adalah pajak tahunan yang besaran biayanya dikenakan berdasarkan objeknya. Pajak bumi dan bangunan ini diberlakukan pada tanah dan bangunan. Untuk pembayaran PBB, jika Anda adalah pemilik bangunan atau tanah yang akan dijual, lakukan pelunasan pajak tahunan lebih dulu sebelum transaksi jual beli rumah selesai dilakukan.

Cara Menghitung PBB

pajak-jual-beli-rumah

Dalam menghitung pajak bumi dan bangunan, Anda harus menggunakan rumus yang tepat. Rumus pajak bumi bangunan adalah tarif 0,5% dikalikan dengan NJKP (0,5% X Nilai Jual Kena Pajak). Untuk jumlah NJKP ini bisa Anda dapatkan dari Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP kemudian dikurangi dengan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau NJOPTKP. 

Sebagai gambaran, apabila NJOP memiliki nilai yang sama atau bernilai 1 miliar rupiah, maka Nilai Jual Kena Pajak yang dikenakan sebesar 40%. Sedangkan untuk Nilai Jual Objek Pajak di bawah 1 miliar rupiah, maka besaran NJKP yang dikenakan hanya sebesar 20% saja. 

Biaya Kenotariatan bagi Penjual Rumah atau Bangunan

Tidak hanya pajak bumi bangunan dan pajak penghasilan saja, Anda juga akan dikenakan biaya kenotariatan saat proses jual beli rumah ini. Dalam setiap transaksi jual beli bangunan maupun tanah, Anda akan membutuhkan jasa notaris atau PPAT untuk membuat akta jual beli secara resmi.

Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah ini tidak hanya melakukan pembuatan akta saja namun juga hal-hal lain seperti membuat membalik nama sertifikat bangunan atau tanah tersebut. Umumnya, para notaris memasang harga 0,5% sampai 1% dari keseluruhan biaya transaksi. Sebagai contoh, jika Anda membeli rumah seharga 500 juta rupiah, maka total biaya notaris yang harus dibayarkan adalah 5 juta rupiah.

Demikianlah cara menghitung dan mengurus pajak jual beli rumah yang perlu Anda perhatikan saat terlibat transaksi penjualan maupun pembelian. Baik sebagai penjual maupun pembeli, pajak diatas akan Anda bayarkan sebelum akta jual beli secara resmi dikeluarkan.