17 Jan
Pahami Tentang Pajak Pembeli Rumah dan Cara Menghitungnya

Dalam urutan kebutuhan primer manusia, rumah masuk dalam daftar pertama yang harus terpenuhi. Sebagai kebutuhan pokok, transaksi jual beli rumah tentu sudah bukan hal yang asing lagi. Dalam setiap transaksi jual beli ini, Anda sebagai pembeli tentu akan dikenakan pajak di setiap transaksinya. Sebelum melakukan transaksi, Anda perlu memahami pajak pembeli rumah dan bagaimana cara menghitungnya.

Dalam setiap transaksi, meskipun Anda akan membutuhkan notaris untuk memperjelas seluruh prosesnya, Anda sebagai pembeli juga harus tahu seperti apa dasar perhitungannya agar tidak terjadi kesalahan di kemudian hari. Berikut jenis pajak dan cara menghitungnya yang harus Anda tahu.

1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

pajak-pembeli-rumah

Jika penjual dikenakan pajak penghasilan dan PBB, Anda sebagai pembeli akan dikenakan BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Singkatnya, pajak ini dibayarkan sebagai tAnda bukti didapatkannya hak atas tanah dan bangunan yang sudah dibeli. Umumnya, pajak ini ditarik sebesar 5% dari NJOP PBB kemudian dikurangi NJOPTKP.

Misalnya, NJOP PBB dan NJOPTKP rumah yang Anda beli sebesar 1,1 miliar dan 12 juta, maka besaran BPHTB yang harus Anda bayarkan adalah 54,4 juta rupiah. Jika digambarkan dalam bentuk rumus akan seperti ini:

BPHTB = 5% X (NJOP PBB – NJOPTKP)

Baik dari pihak penjual maupun pembeli, proses pembayaran Bea Perolehan Ha katas Tanah dan Bangunan ini harus dibayarkan secara tuntas sebelum notaris mengeluarkan akta resmi dari pembelian yang dilakukan. Pembeli hanya bisa mengatur akta jual beli selepas nominal pajak BPHTB ini dibayarkan dengan lunas.

2. Biaya Cek Sertifikat Rumah

Untuk Anda yang akan membeli sebuah rumah atau bangunan, jangan menganggap sepele perihal cek sertifikat. Proses pengecekan ini sangat penting guna mengetahui legalitas dari sertifikat rumah atau bangunan yang sudah Anda beli. Hal ini dilakukan guna menghindari kejahatan seperti pemalsuan sertifikat yang sedang marak terjadi beberapa waktu terakhir ini. Umumnya, biaya cek sertifikat ini hanya berkisar 100 ribuan saja tergantung tempat Anda melakukan pengecekan.

3. Biaya Membuat Akta Jual Beli

pajak-pembeli-rumah

Di setiap transaksi jual beli, pembeli akan dikenakan biaya pembuatan akta sebesar 1% dari total transaksi yang dilakukan. Namun pembeli bisa melimpahkan biaya ini kepada penjual asalkan sudah memiliki kesepakatan dengan pihaknya. Untuk rumah dengan harga yang tinggi, pembeli bisa melakukan negosiasi biaya pembuatan akta jual beli ini.

4. Biaya Melakukan Pembalikan Nama di Sertifikat

Untuk Anda yang melakukan pembelian rumah bukan dari developer atau pengembang, Anda perlu menyiapkan biaya lebih untuk balik nama di sertifikat. Umumnya, biaya untuk balik nama ini dapat mencapai 2% dari keseluruhan nilai transaksi jual beli yang Anda lakukan. Selain itu, besaran biayanya bisa disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

5. Pajak Pertambahan Nilai

pajak-pembeli-rumah

Bagi Anda yang melakukan pembelian rumah langsung dari developer, maka Anda akan dikenai biaya pajak sebesar 10% dari harga transaksi tanah tersebut. Hal ini dikarenakan developer termasuk dalam pengusaha kena pajak. Sedangkan jika Anda membeli tanpa melalui perantara developer, maka Anda hanya perlu membayarkan pajak pertambahan nilai ini langsung ke kas negara.

Demikianlah daftar pajak pembeli rumah dan cara menghitungnya yang perlu Anda ketahui jika ingin melakukan transaksi jual beli rumah atau bangunan. Anda perlu tahu dasar-dasar pajak transaksi diatas untuk mempermudah proses pembelian. Sebagai masyarakat yang taat terhadap peraturan dan pembayaran pajak, tuntaskan setiap kewajiban pajak diatas tepat waktu agar tidak akan ada masalah di masa mendatang ya!