29 Dec
Mengetahui Perhitungan Pajak Jual Beli Rumah Jadi


Memahami atau mempelajari perhitungan pajak jual beli rumah sangat penting bagi Anda yang sedang mencari hunian di suatu wilayah perumahan tertentu. Sebab, pihak developer pasti akan mengenakan pajak jual beli terhadap rumah Anda. Jika Anda tidak paham terkait hitungannya, maka bisa terjadi penipuan dari pajak jual beli rumah tersebut. Oleh sebab itu, jadilah pembeli cerdas dengan mempelajari perhitungan pajak jual beli rumah.

Komponen Pajak Jual Beli Rumah

perhitungan pajak jual beli rumah jadi
Dalam perhitungan pajak jual beli rumah, maka Anda akan selalu berhubungan dengan istilah NJOP dan NJKP. Lantas, apakah maksud dari kedua hal tersebut. Untuk lebih lengkapnya, simak informasi berikut ini!

1. NJOP

NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) merupakan harga rata-rata atau taksiran atas suatu bangunan yang akan diperjualbelikan. Adapun, penentuan harganya didasarkan pada lokasi rumah, luas rumah, dan juga jenis rumahnya. Dengan begitu, maka rumah di kawasan elit bisa jadi lebih mahal daripada di pedesaan walaupun hal tersebut dari segi desain bangunan terlihat lebih sederhana. Dari tahun ke tahun, penetapan NJOP bisa berubah menyesuaikan dengan perkembangan harga lokasi dan juga harga pasaran yang sedang berlaku.

2. NJKP

Selain NJOP, NJKP juga merupakan salah satu komponen pajak yang harus Anda pahami. NJKP adalah Nilai Jual Kena pajak yang mana hal ini adalah bagian dari NJOP. Jadi, dapat dikatakan secara singkat bahwa objek pajak yang sedang diperjualbelikan tersebut akan dikenai wajib pajak.
Adapun, untuk rumah, maka nilai NJKP adalah sebagai berikut:
Jika NJOP kurang dari 1 miliar rupiah, maka besaran NJKP adalah 20% dari NJOP
Jika NJOP lebih dari 1 miliar rupiah, maka besaran NJKP adalah 40% dari NJOP

Cara menghitung Pajak Jual Beli Hunian Perumahan

cara perhitungan pajak jual beli rumah
Untuk penghitungan pajak jual beli rumah, maka nanti akan melibatkan PPh, PBB, dan juga PPN. Untuk penghitungan secara detail, maka bisa dilakukan seperti berikut ini:

1. PPh

PPh adalah pajak penghasilan yang harus dikeluarkan oleh sang penjual rumah. Untuk besaran PPh ini menurut peraturan resmi yakni sebesar 2,5 persen dari harga penjualan rumah secara keseluruhan. Hal tersebut dikutip dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016. Untuk pembayaran PPh sendiri harus dilakukan sebelum Akta Jual beli Rumah diterbitkan. Jika PPh tidak segera dibayar, maka akta itu pun juga tidak akan kunjung keluar.

2. PBB

PBB adalah Pajak Bumi dan Bangunan yang mana dalam hal ini yang bertanggungjawab untuk membayarnya adalah sang penjual rumah juga. Sebaiknya, PBB ini harus dilunasi sebelum adanya transaksi penjualan rumah agar tahun berikutnya pembayarannya dapat langsung beralih kepada sang pembeli rumah. Adapun, besaran pembayaran PBB sendiri yakni sejumlah 0,5% dari seluruh besaran NJKP rumah yang diperjualbelikan tersebut.

3. PPN

PPN adalah Pajak Pertambahan Nilai yang menjadi kewajiban dari pihak pembeli untuk membayarkannya. Jumlahnya yakni sebesar 10% dari harga transaksi rumah yang telah disetujui kedua belah pihak. Adapun penyetoran PPN ini bisa melalui banyak cara dengan aturan yang telah ditentukan yakni:
Jika rumah dibeli melalui developer, maka pembayaran PPN harus ke PKP
Jika rumah dibeli melalui perseorangan, maka PPN harus diserahkan ke kas negara
Sekarang, Anda sudah paham tentang bagaimana perhitungan pajak jual beli rumah, bukan? Dengan mengetahui perhitungan ini diharapkan proses jual beli rumah yang Anda lakukan bisa berjalan lancar dan tanpa hambatan dalam pembayaran pajaknya. Semoga bermanfaat!